“Emang udah sejak kapan Yaz? Siapa orangnya?
“Hmm....kira-kira udah sejak 15 tahun yang lalu. Selama lima belas tahun ini, gw menahan kerinduan, dan memendam rasa, dan tidak ada yang tahu kecuali Allah”.
“HAH?? 15 TAHUN? Subhanallah.... Koq bisa? 15 tahun bukan waktu yang sebentar kan?
“HHOYYYY!!! Lagi ngapain yaz? Wah wah waaah..Bengong aja. Ntar kesambet loh!!”. Kata Dika sambil menepuk bahu Diaz.
“ Astaghfirullahal’adziim...Ah elo!! ngagetin aja. Bukannya Assalamu’alaikum” jawab Diaz dengan agak kesal.
“eh..iya lupa. Hehe.. Habis, ane liat nt serius banget sih bengongnya. Assalamu’alaikum akhi”.
“Wa’alaikumsalam warahmatullah”.
“Nt ngapain bengong sendirian disini? Lg ada yang dipikirin? Atau ada masalah? Cerita-cerita dong. InsyaAllah ana bantu semampunya”
“Hmm….Ga ngapa2in Dik. Cuma, gw lagi inget2 masa lalu aja. Terus, mikirin masa depan gw, perjalanan dakwah kita, cita–cita dan impian-impian gw ”
“Owh..gitu. Wah...Hebat Yaz, betul, memang harus dipikirkan. Apalagi masa depan kelangsungan dakwah kita. Karna betapa banyak di luar sana pemuda2 yang tidak peduli lagi terhadap agamanya. Mereka terhanyut dalam kehidupan dunia. Alhamdulillah, kita di sini mendapat hidayah dari Allah SWT untuk mengemban amanah dakwah ini Yaz. Dan ingat satu hal Yaz, hidup nt saat ini adalah keputusan nt di masa lalu, dan hidup nt di masa depan adalah keputusan nt saat ini. Nah, sekarang nt berada disini. Berarti, keputusan nt di masa lalu itu tepat banget. Jadi nt bisa ketemu ane yang keren ini kan. Hehehehe....” Dika memberi komentar.
“Haha...dasar lo! Tetep aja narsisnya ga ilang-ilang dari dulu. Yaudah Yaz, gw pergi dulu. OK”
“lah..lah..lah. Ane samperin nt malah pergi. Mau kemana?”
“Biasa, ada urusan sebentar”.
“Oh…Yaudah, semoga urusannya lancar ya”.
“Sip-sip! Syukron”
Dengan langkah pasti, Diaz berjalan menuju sebuah taman tempat dia biasa menenangkan dirinya. Memusatkan pikiran untuk mencari solusi dari semua masalah-masalahnya. Memang Diaz terbiasa memecahkan semua masalahnya sendiri. Paling2 kalau dia ingin cerita, ya dia cerita ke Dika walaupun jarang terpecahkan masalahnya. Tapi paling tidak, Diaz bisa merasa lega karna telah cerita, dan motivasi-motivasi dari Dika membuat Diaz terus bangkit, dan tidak pernah putus asa. Tapi tidak semua masalah ia ceritakan. Ada satu masalah yang tak pernah ia ceritakan kepada siapapun, termasuk Dika sahabatnya. Masalah yang hanya dia dan TuhanNya lah yang tahu.
Dari dulu sampai sekarang, tak ada yang pernah tahu apakah ada seseorang yang Diaz cintai --selain keluarga dan sahabat2nya-- atau tidak. Bahkan guru ngajinya, Ustadz Rahman dan juga kedua orangtuanya tidak ada yang tahu. Ketika berkumpul dengan teman-temannya, yang ia perbincangkan hanyalah masalah pekerjaan, dan dakwah. Ketika Qodoya Rawa’i (sharing permasalahan dan kabar baik), banyak teman-temannya menceritakan masalah2 hati, ketertarikan terhadap lawan jenis, dan masalah-masalah serta pertanyaan-pertanyaan lain seputar cinta kerap kali ditanyakan. Tapi tidak dengan Diaz, dia hanya menjadi pendengar yang baik dan pemberi solusi yang tepat --bahkan ia dibilang pakar cinta oleh teman-temannya. Karna masalah cinta apapun, ia dapat menyelesaikannya. Diaz tidak pernah menceritakan masalah cintanya. Sama sekali tidak pernah. Sampai2 ia pun dijuluki “Sufi gaul”.
Sore ini ada yang berbeda dari Diaz. Selepas pulang kerja, ia menuju taman tempat dia biasa merenung dan melepas lelah Merasakan kesejukkan udara, dan melihat keindahan bunga-bunga. Tampak di sebelah Barat, matahari mulai masuk ke peraduannya. Langit mulai tampak memerah senja. Ditemani belaian angin sore dan gema tasbih pepohonan, ia mulai memikirkan suatu hal. Suatu hal yang sangat penting. Kadang ia tampak sangat serius, kadang ia tertawa kecil. Kadang ia tersenyum, dan perlahan mulai menitikan air mata. Ia segera menyeka air mata di pipinya dan kembali tersenyum. Diaz. Seorang pemuda yang tegar, memiliki pendirian yang teguh, berjiwa besar, dan memiliki impian-impian yang besar. Yang tidak pernah patah semangat, walau cobaan2 pahit sering menghampirinya.
Esoknya, Diaz bertemu dengan Dika. Seperti biasa Dika datang ke rumah Diaz, dan kadang sebaliknya Diaz yang main ke rumah Dika. Hampir setiap malam mereka bertemu di rumahnya, atau di pengajian pekanan. Kedua sahabat ini memang sangat akrab.
“Yaz. Semalem ane keingetan dia lagi. Dia muncul dalam bayang-bayang pikiran ana. Ana ga mau Yaz. Ana udah coba ikutin saran nt. Tapi ga bisa Yaz. Susah.” Kata Dika membuka pembicaraan. Memang akhir2 ini Dika sering meminta pendapat Diaz untuk urusan hatinya. Karna Saat ini Dika sedang dilanda virus. Virus cinta.
“Hehehe..iya. Emang susah, gw juga ngerasain hal yang sama, bahkan, lebih berat lagi.. Tapi kita buat perasaan itu menjadi indah, memang awal-awal terasa sakit, tapi InsyaAllah, kita tetap terjaga. Saat kita ingat dia, kita ingat Allah. Bahwa dia adalah ciptaan Allah. Bagaimanapun baiknya dia, betapapun cantiknya dia, betapa kau sangat mencintainya, jangan melebihi kecintaanmu kepada Allah............”.
“Stop-stop!!!” Ngomong apa nt tadi?” Dika memotong kalimat Diaz.
“Ya…gitu. Udah denger kan. Sebentar, masih ada lanjutannya”.
“Nggak, nggak. Ntar dulu. Ada yg aneh dari kalimat nt. Nt bilang, nt juga ngerasain kayak ana gini??” Dika menjadi lebih serius.
“Hehehe….Iya Dik. Kenapa? Koq kaget gitu?”
“Wah wah wah…Sejak kapan Yaz? Ane pikir, nt sufi beneran, yang tidak membutuhkan seorang wanita”. Tanya Dika dengan penuh rasa penasaran. Tidak pernah Diaz berkata seperti itu.
“hehe…parah lw. Koq mikirnya gitu. Gw juga kan manusia biasa. Fitrahnya manusia membutuhkan pelengkap tulang rusuknya. Butuh seseorang yang bisa meneduhkan pandangannya dan menyejukkan hatinya. Seseorang yang bisa menghebatkan suaminya. Seperti Rasulullah SAW yang dibelakangnya ada Khadijah dan Aisyah”.
“Tapi nt koq ga pernah cerita?” Tanya Dika heran.
“Hmm..Siapa bilang? Gw selalu cerita sama Allah. Gw selalu mengadu dan meminta pertolongan kepadaNya. Memang, gw ga pernah cerita ke orang lain. Karena apa? Karna gw pikir, seperti yg gw bilang tadi, yang memiliki dia adalah Allah. Yang menguasai hatinya adalah Allah. Jadi lebih baik gw cerita sama Allah. Karna hanya Allah yang tahu apakah dirinya baik untuk gw atau nggak.” Jawab Diaz dengan santai.
Sejenak, Dika termenung mendengar ucapan Diaz. Kemudian ia bertanya lagi.
“Emang udah sejak kapan Yaz? Siapa orangnya?
“Hmm....kira-kira udah sejak 15 tahun yang lalu. Selama lima belas tahun ini, gw menahan kerinduan, dan memendam rasa, dan tidak ada yang tahu kecuali Allah”.
“HAH?? 15 TAHUN? Subhanallah.... Koq bisa? 15 tahun bukan waktu yang sebentar kan?
“Hehehe.. Ya bisa lah kalo mau"
"Ceritain dong Yaz. Ayo doong. Yah yah..!!"
"Hmm…Nanti deh kapan-kapan gw ceritain. Sekarang udah malem Dik. Besok kerja. Istirahat yang cukup, biar besok semangat lagi. OK”
“Ah…nt bikin penasaran aja Yaz. Yaudah deh…tapi janji ya…nt besok cerita yang lengkap ke ane. Janji loh!! OK. Janji ya!!”.
“Hhe...iya, Sip2!!” kata Diaz sambil tersenyum.
Malam itu Dika sangat penasaran, ia pulang dengan pikiran tak tenang. Ia tak menyangka bahwa seorang Diaz, dibalik diamnya, ternyata menyimpan hal yang sangat-sangat luar biasa. Baginya, waktu 15 tahun memendam perasaan tanpa pernah cerita ke seorangpun itu adalah hal yang benar-benar luar biasa. Tidak banyak orang yang bisa melakukannya. Tapi malam ini, dia menemukan sendiri orang seperti itu. Sementara di rumahnya, Diaz sudah mulai terlelap. Masuk ke alam mimpinya.
Bersambung ke part 2.
Wednesday, June 10, 2009
SERPIH-SERPIH CINTA
Posted by Sang Pilot at 6:54 PM 2 comments
Thursday, November 27, 2008
Review Dikit
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Alhamdulillaahirabbil’alamiin. Arrahmaanirrahiim. Akhirnya, ada kesempatan lagi buat gw menekan tuts2 kibor ini. Pokoknya, sekarang gw lagi mau ngetik. Ngetik apa aja yang terlintas di otak gw. Sekali lagi, apa aja yang terlintas. Jadi kalo ada kalimat2 yang ga nyambung ya dimaklum aja. Namanya juga sekedar lewat lalu ditulis. Ahahah....tuh kan. Dah mulai nih...Huh.....hari ini lagi banyak pikiran. Ada aja yang buat gw jadi merasa......Ah. Udah. Gw mau buang semua perasaan ga enak di hati gw. Nanti aja lagi mikirin hal yg tak menyenangkan itu. Sekarang, gw mau ngerefresh otak gw. Hayuk....klik kanan refresh. Terus pencet F5 beberapa kali. Haaahah...Eit. Hmm..gw mau ngereview even2 menarik selama satu minggu ini aja ah. Dimulai dari kerjaan gw yak :)
Hmm...Kerja itu emang capek. Kalo ga mao capek, tidur aja. Tapi, kebanyakan tidur jg bisa bikin capek. Ya kan???.
Hff....Setelah lama di kantor, yang kerjaanya cuma ngecekkin barang --switch, router, server dan PC--, baca buku, n browsing, akhirnya ada jg yang ngajak gw, berdua sama husen untuk ikut project di luar. Di salah satu kantor departemen pemerintahan. Kerjaan kita....inventarisasi dan capture2, sama ada satu lagi pekerjaan tetap. Angkat2 barang. Inilah pekerjaan tetap anak magang di tempat gw. Hahaha....Beberapa orang, ada yang ga percaya. Tapi emang ini kenyataanya. Walaupun begitu, Alhamdulillah kita masih bisa belajar, masih bisa tanya2 sama senior, dan seniornya juga baek2.
Pertama kali sampe, WAW.....Suasanananya.... Mantab. Ini sih namanya gedung di dalam hutan. Banyak pohon2an yang umurnya kira2 dah puluhan tahun, n ada beberapa pohon yang berumur ratusan tahun. Taman2 yang asri dan terawat dengan baik, suara2 serangga, udara yang menyejukkan. Pokoknya adem banget. Kaya di kebon raya Bogor. Itu di luar, tapi kalo di dalem gedung, sama aja lah kayak di gedung2 laen, namanya juga kantor. Paling beda2 dikit.
Kesan pertama gw masuk ke dalem gedung......ih....pengamanannya longgar bed. Satpam tuh cuma berdiri ngliatin orang yang pade liwat kluar masuk ditambah jawab pertanyaan dari tamu yang bingung lokasi suatu ruangan. Gw pikir, kalo gw bawa bom kesana jg ga bakal ketauan. Dan kalo dah meledak, baru deh pengamanan diperketat. Hehehe....tapi gw ga bawa bom koq. Tenang aja bro.
Hari Sabtu ada PENSIL (pentas seni islam) di skul. Temanya ”laskar prestasi vs laskar pornografi”. Tema yang menarik. Suasananya...Rame euyy. Ada aksi seribu tanda tangan untuk menolak pornografi. Kain putih, sepanjang.....6 meter kayaknya, kira2 perkiraan gw kalo yang ngira2 pada mengira jg (halah..???). Yah, kira2 segitu lah. Di kain itu ada tulisan..”Kami laskar prestasi, tolak pornografi”. Di sekeliling tulisan itulah semua peserta yang hadir tanda tangan, di sepanjang kain. Gw juga ikutan loh...hihihi. Inti acara adalah ceramah agama dari UJ. Cukup UJ aja manggilnya. Ga perlu ditambahin ustadz. Kalo ditambahin, jadinya ustadz UJ (ustadz Ustadz Jefri). Begitu kata yang punya nama. Banyak hal yang UJ singgung, mulai dari masalah mensyukuri nikmat, memuliakan guru, masalah pornografinya (sesuai tema), sampe nyinggung sedikit masalah bid’ah. Ok bro. Ini cm review, ga usah panjang lebar, karna panjang dikali lebar sama dengan luas.
Setelah ceramah agama, ada talkshow yang diisi oleh seorang penulis yang pernah menjadi pimred dari sebuah majalah ”panas” Beliau tidak menyebutkan nama majalahnya, dia cm bilang ”panas”. Majalahnya kebakar kali, jadi panas hehehe.. Ditambah satu orang dari aliansi masyarakat tolak pornografi, dan satu orang perwakilan dari laskar prestasi, yang mempunyai prestasi yang bagus dalam bidang olahraga, futsal. Yah...perlu diingat, kita semua, siswa siswi SMKN 26 Jakarta adalah laskar prestasi, termasuk teman2 semua di Sekolah lain.
Di acara talkshow ini, gw ga fokus. Hehehe. Bete dengerin orang ngomong. Tapi, masih ada yang bisa gw tangkep dikit. Dikit doang. Kata si penulis (mav gw lupa namanya), saat dia menjadi pimred di majalah ”panas” itu, diadakan survey pembaca. Ternyata yang paling banyak membaca majalah tersebut adalah kalangan pelajar dan mahasiswa. Masya Allah. Pemuda kita ternyata senang membaca majalah sampah seperti itu. Hal itu dikarnakan harganya yang murah, dan bisa didapatkan dengan dengan mudah. Kalau begini, siapa yang harus bertanggung jawab? Mental para pemuda sudah jatuh. Bagaimana bisa membangun bangsa???? But, masih ada banyak koq pemuda2 yang bermental baik, berakhlak mulia. Mudah2an bangsa ini menjadi bangsa yang dirahmati Allah Subhanahuwata’ala.
Selain itu, ada juga penampilan tim nasyid gradasi dan Izzis. Dan yang tak kalah menarik adalah penampilan tim teater samudra. Ade kelas gw, kalian top abiizzz. Salut buat kalian. Oh iya, setelah selesai acara, gw liat lagi kain putih yang sudah berubah menjadi lautan tanda tangan. Halah. Lebay. Tapi ternyata ga sampe seribu. Duh..gw lupa tepatnya ada berapa tanda tangan yak??. Kira2 ada delapan ratusan gitu deh. Selamat bro, atas terlaksananya acara tersebut. ^^
Posted by Sang Pilot at 4:46 PM 4 comments
Monday, November 17, 2008
Nulis apa ya?
Bismillahirrahmanirrahim.
Pagi-Pagi dateng kepagian. Dah ada tema, pengen nulis sesuatu tapi belom punya feel buat mengoreskan tinta alias neken2 tuts keyboard. Yaudah nulis apa yang lewat dipikiran gw aja.
Gw ga tau gw ini apa.<-- gw liat tulisan ini di salah satu FS temen gw.
Gw heran tapi ga heran2 amat. Gw bingung tapi ga bingung2 amat. Jadi apa dong?? Kalimat tersebut bagi sebagian orang mungkin ga berarti apa2. Mungkin jg bagi yang menulis kalimat tersebut di profilenya hanya main2 atau mungkin aja dia lagi error. Hehehe...Tapi bagi gw. Kalimat itu menjadi bahan renungan gw.
Gw ga tau gw ini apa. Gw jadi mikir. Berapa banyak orang yang sudah dewasa tapi masih belum mengenal jati dirinya. Pun termasuk gw. Gw hidup untuk apa ya? Ibadah. Ya gw tahu hidup itu untuk ibadah. Tapi bagaimana caranya menjalani hidup untuk ibadah, itu yang gw masih belum mengerti.
Sebenarnya, sangat mudah menjalani hidup untuk ibadah. Sudah ada contoh manusia terbaik sepanjang jaman. Kita tinggal mengikuti setiap perilaku beliau. Maka jadilah kita menjalani hidup untuk ibadah. Kita sudah kenal siapa beliau. Dialah Muhammad SAW. Jadi, gw ini apa???. Jawaban sederhana, gw ini manusia. Tapi hakikat manusia itu apa? Ya... Manusia bisa belajar. Allah menciptakan manusia sebaik2 makhluk. Yuk banyak2 belajar supaya tau lw itu apa? Hakikat hidup lw apa? Lw mau ngapain di dunia ini? Terus, dah siap belom menghadapi kematian??
Ih..serem juga. Pagi2 koq ngomongin mati sih. Biarin aja. Emang kita kudu inget mati. Nantinya kita juga pasti mati. Jadi ga usah takut sama mati. Mati ga ngegigit koq. Mati cm membuat lw pindah tempat tinggal. Pindah kamar. Loh koq jadi merembet kemana2 sih ni tulisan. Sebenernya mau dibawa kemana sih arah pembicaraanya? Ach....udah ah. Aduh.... Duh, sakit banget. Aw....Kaya ditusuk2. Ampuun. Udah ngapa. Udaah...Aaaaaa.... Duh sakit. Cukup. Cukup. Ampun. Astaghfirullaah......Ya Allah.
Posted by Sang Pilot at 4:30 PM 0 comments
Sunday, November 9, 2008
Kepada siapa
Alam raya pagi ini kembali bertasbih
Memuji Tuhan Penciptanya
Meninggikan namaNya
Mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan
Kutengok bunga di taman
Menyejukkan hati, sedap dipandang
Memberi kedamaian dan harapan
Burung bernyanyi, dedaunan menari
Kristal-kristal embun berkilauan
Bunga-bunga bermekaran
Menebarkan harum semerbak wangi
Mawar merah indah merekah
Menampilkan sejuta pesona
Memikat hati untuk memetiknya
Memberikannya pada orang yang dicinta
Kepada siapa akan kuberikan
Ia yang kusayang pun tak pernah tahu
Bahwa ada yang merindukanya
Menyayanginya sepenuh jiwa
Kepada siapa akan kuberikan
Kubiarkan mawar-mawar itu pada tangkainya
Ku kan menunggu waktu yang tepat
Saat hatiku dan hatinya berpadu
Dalam naungan cinta kepada Ilahi Rabbi
Hmm... Kenapa ga gw kasih ke nyokap aja ya. Ahh…..seharusnya tadi gw petik aja itu bunga. Atau kalo gw kasih ke ade gw jg dia seneng. Hh…Mybro…mybro.
Silakan mencintai, tapi jangan berlebih-lebihan. Silakan menyayangi, juga jangan berlebihan. Suatu saat nanti, yang kamu cintai dan kamu sayangi akan meninggalkanmu, atau kamu yang meninggalkannya. Hanya Allah lah yang kekal keberadaanya.
Posted by Sang Pilot at 4:20 PM 0 comments
Sunday, November 2, 2008
Busway....Arrggh...!
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
SUHUUD….. BANGUN !!! KERJA BAKTI!!! Gw tersentak. Kaget mendengar teriakan mama, akhirnya gw bangun. Gw si dah ga heran kenapa setiap bangunin untuk kerja bakti, dia selalu berteriak. Emang udah wataknya kayak gitu. Hff…Akhirnya dengan berat mata –masih ngantuk—gw bangun dan segera beranjak ke kamar mandi, cuci muka, lalu keluar rumah.
Kerja bakti menjadi salah satu sarana bersosialisasi bagi gw. Karena setiap harinya gw jarang di rumah, jarang ketemu sama tetangga, jarang ngobrol. Tapi melalui kegiatan ini, gw bisa ketemu, ngobrol, bercanda, dan mengakrabkan diri bersama para tetangga. Ga garing lah. Memang sudah seharusnya kita bersosialisasi. Karna kita makhluk so’ sial.
Selesai kerja bakti, gw langsung mandi dan siap2 berangkat. Tujuannya, mau ke kontrakan untuk Liqo’(ngaji). Kira-kira dah 2 bulan gw ga liqo’. Dikarnakan bulan puasa, dan setelah itu ada aja kegiatan-kegiatan yang menghalangi gw. Naah…kebetulan pekan ini liqo’ pada hari minggu, jam 9.00.
Duuhh…..patas 64 mana sih. Ga’ lewat-lewat. Udah satu jam gw nunggu, tapi ga nongol juga batang idungnya. Wew…emang bus punya idung??. Udah jam 10.05, patas 64 belum datang juga.
Laah….itu. Itu 64 kan. Addduh. Kelewat. Dia dah naik fly over. Ahhh…parah. Ini gara-gara gw meleng sedikit karna ngliatin bus transjakarta. Wahh…dah jam 10.15. Langsung aja gw mutusin untuk naik busway. Kalo nungguin 64, biasanya dia baru lewat lagi paling cepat setengah jam.
Fuck 64. Sial. Kurang ajar. Gw dah di dalem shelter, dia nongol. Bisa-bisanya dia nongol lagi secepat itu. Aaargh..nyesel gw, nyessel. Seharusnya gw sabar tadi. Nunggu dulu selama lima menit gitu. Tapi, sebenernya sama aja boong. Coz dah 3 taun gw naek 64. Kalo dah kelewat satu bus, pasti nongolnya lama lagi. Huh..dasar, terpaksa gw melepas kepergiannya.
Akhirnya, busway datang. Tapi, gw dan beberapa penumpang lain yang dari tadi menunggu, ga boleh naik. Busnya dah penuh. Hff…”gapapa, masih ada bus yang lain”, ucap gw dalam hati. Bus kedua pun lewat. Ehh…sama aja. Penuh, dan kita ga bisa naik. Gw pun mulai merasa kesel. Yaudah,, gw duduk aja. Sambil nunggu, gw liat jam. Bedee…dah setengah sebelas. Nah, itu busnya ada lagi. Langsung aja gw bangkit dan mendekati pintu. AARRGGHHHHH!!! GILE LUW BRO. Buset dah ini busway, penuh terus. Lagi-lagi gw ga bisa naik. Susah amat yaa…mau menuntut ilmu. Sabaar…sabar. Gw masih mencoba bersabar sambil menahan kesal. Alhamdulillah, bus keempat, gw bisa naik. Tapi, berdiri. Penuh-penuh juga.
Di dalam bus, gw berpikir. Hmm…nanti di Harmoni naik yang ke arah Blok M aja. Biar ga banyak transit. Daripada yang arah Pulogadung, gw musti tiga kali transit, dan lama lagi ngantrinya. Sampe di Harmoni, terlihat antrean panjang di pintu masuk arah Pulogadung, sementara yang arah Blok M tidak terlalu banyak yang antre.. Wah…wah…pas banged.
Di dalam Bus, lagi-lagi gw ga dapet tempat duduk. Namun, begitu sampai monas, bus mulai agak kosong. Alhamdulillah, gw bisa duduk. Perjalanan berlanjut dan sampailah gw di Dukuh Atas. Tapi, bus terus melaju karna lintasannya sedang diperbaiki, dan bus tidak bisa berhenti di shelter tersebut. Akhirnya, gw turun di setiabudi. Untuk naik busway lagi ke dukuh atas. Jadi bolak balik deh.
Di halte Setiabudi, penumpang bertumpuk. Berdesak-desakkan, himpit-himpitan.Hhh…mengesalkan. Perjalanan berlanjut, dan gw sampai di dukuh atas 1. Kemudian jalan menuju dukuh atas 2. Jalannya lumayan jauh.
Masya Allaah….kali ini lebih parah daripada di Setiabudi. Mau masuk ke shelter pun susah. Karna banyaknya penumpang yang antre. Antrean tepat berada pada pintu masuk yang menuju arah ragunan. Banyak ibu-ibu yang membawa anaknya yang masih kecil. Sepertinya mereka mau tamasya. Tapi kasihan. Mereka berdesak-desakkan. Sampai-sampai ada anak yang terjepit. Tujuannya mau tamasya, tapi malah tersiksa di dalam shelter busway. Kasihan. Coba kalau semuanya tertib. Pasti tidak akan terjadi seperti itu. Lalu gw lihat ada sekeluarga yang duduk saja. Melihat antrean yang begitu panjang. Hmm…sampai kapan dia akan duduk seperti itu. Antrean tidak kunjung berkurang. Yang ada malah bertambah banyak
Akhirnya gw bisa lewat juga. Alhamdulillah, pintu masuk arah Rawamangun hanya sedikit penumpang. Bus datang, dan gw dapat duduk. Waah…senangnya. Tidak harus bersusah payah antre dan berdesak-desakkan. Kecuali tadi, di Setiabudi. Dan gw, tibalah di kontrakan jam setengah dua belas.
Perjalanan pulang lebih parah lagi. Dari Rawamangun jam setengah enam sore. Sampe di Dukuh Atas 2, jam enam lewat sepuluh menit. Lalu jalan menuju Dukuh Atas 1. Ternyata, sama seperti tadi siang di pintu masuk arah Ragunan. Penumpang banyak. Tumlek jadi satu, berdesak-desakkan, dorong-dorongan. Gw juga ikut antre bersama teman gw. Pas ngantre, rasanya seperti di oven. Panasss. Keringet ngucur di muka, dan di badan. Wah… kali ini lebih heboh. Penumpang pada bersorak “WUU…” tiap kali bus datang, sambil medesak penumpang lain di depannya. "Serbuu...dorong terus", ada juga yang berteriak seperti itu. Hh...ga punya perasaan ni orang. Gw pun ikut terdesak, terdorong, dan terjepit. Ngerinya, akibat desakkan dari belakang tersebut, bisa-bisa menyebabkan terjatuh orang yang berada paling depan, pas di pintu --tau sendiri kan, shelter busway itu tinggi beberapa centi dari permukaan jalan. Hhh…Terdapat penyesalan, kenapa tadi ga naik 64 aja. Mana gw belom sholat maghrib. Aaa…hh.
Pas antre dan berdesak-desakkan seperti itu, ada peristiwa lucu, menjengkelkan dan menegangkan. Lucunya, pas bus dateng dan membuka pintunya, ada anak kecil yang berteriak…"WOY..GW KEJEPIT, AWW...GW KEJPIT". Serta merta orang di sekitarnya memberi jarak. Tapi, ternyata itu cm akal2an si anak, supaya dia gampang nerobos naik ke dalam bus. Haha…Dasar bocah. Lucunya lagi, pas desek-desekkan, kita jadi maju mundur kayak bus lagi ngerem. Menjengkelkan, karna desek-desekkan tersebut, akhirnya gw terdorong, terjepit, sumpek. Sulit menghirup udara segar. Desakkan dipastikan berasal dari orang yang paling belakang, dan beruntun sampai ke depan. Mungkin kalau ada orang hamil yg ikut ngantre, dia akan melahirkan, mbrojol saat itu juga. xixixixi…. Menegangkannya, gw liat orang yang ada di depan, sampe mau ribut. Gara dia kejepit sama orang yg di belakangnya. Waduh maas..mas. Sabar atuh. Namanya sama-sama ngantre. Ga usah pake ribut gitu dong.
Alhamdulillah, dengan perjuangan yang keras, gw bisa naek, dan sampai di Harmoni. Di sini antrean sama banyaknya. Tapi ga sampe kedorong, dorong kayak di Dukuh Atas. Di sini lebih smooth. Lebih halus. Halah??. Tapi di sini, ada petugas yang sangar. Sebenernya bukan sangar, melainkan tegas. Ia membentak-bentak orang yang sengaja menunggu di pintu (supaya dapat bus yang kosong, dan bisa duduk), untuk segera masuk ke dalam busway. Petugas itu berteriak seperti ini; “yang di luar segera masuk!! Kecuali yang bawa anak”. Ya…yang bawa anak mendapat perlakuan spesial, terserah dia masuk bus yang agak penuh, atau menunggu sampai datang bus yang kosong. Ada dua orang mbak2 yang tetep ga mau masuk. Padahal dah di bentak-bentak;
"Mbak, naik mbak!! Cepet naik!!". Tapi itu orang tetep aja ga mau naik. Lalu petugas ngliatin dia dengan ekspresi muka yg makin serem, kayak mao nampolin orang. Si petugas ngomong gini, dengan nada yang tinggi dan kasar:
“Mbak balik aja lagi antre dari belakang!!”
“ Ngapain Mbak di sini. Cepat balik lagi sana!!” Sadiis. Mbak2nya juga sih, kenapa ga mau masuk. Kasian kan orang yang di belakang, jadi tertahan gara2 situ.
Seringkali naik busway, gw perhatiin, rata-rata penumpang saat di busway, berdiri numpuk di tengah di dekat pintu. Padahal di depan dan di belakang masih kosong. Ini dikarnakan penumpang yang naik tidak mau langsung bergeser ke depan atau ke belakang. Sehingga menghalangi orang lain yang mau masuk. Ckckck…Parah. Kemudian, saaat di shelter. Penumpang tidak sabar dan tidak mau baris yang rapi ketika mengantre sehingga terjadi desak mendesak. Rasanya sangat-sangat menjengkelkan. Teman-teman juga pernah mengalami hal yang sama kan?? Hmm…..Untuk menghindari hal ini, diperlukan kesadaran dari masyarakatnya sendiri. Tapi sulit. Kalo saran gw sih…Seharusnya tambahin aja petugas yang tegas kaya di Harmoni tadi, biar dia menertibkan para penumpang. Sallut buat petugas yang tadi. Hhe…Ayo warga Indonesia, biasakan diri untuk sabar dan sadar. Dimanapun kalian berada.
Posted by Sang Pilot at 4:43 PM 0 comments
Tuesday, October 28, 2008
Haruskah Kita Membenci-Nya??
Bismillaahirrahmaanirraahiim.
Hidup gw hancur. Segalanya telah sirna. Tidak ada lagi hari-hari cerah dalam hidup ini. Kalaulah esok gw masih hidup, hanya kegelapan yang ada di hadapan gw. Hidup ini terasa sangat berat, seakan-akan gunung pindah dan berada di pangkuan gw. Semuanya telah berakhir. Allah gak sayang sama gw.
Hmm…..Mybro, kalimat-kalimat diatas kiranya sudah mewakili perasaan “tidak nyaman” kawan-kawan kita jauh di luar sana. Mereka mengeluh atas cobaan berupa penderitaan, kemiskinan, musibah, dan lain sebagainya. (Sebisa mungkin kita harus menganggap penderitaan-penderitaan itu adalah cobaan buat kita).
Ok. Gapapa…Mybro, tau gak siapa yang paling berat cobaannya? Siapa ya? Nabi kali ya.
Yaudah, simak cerita berikut ini dari hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah.
Abu Sa’id Al-Khudry, ketika memasuki tempat Rasulullah SAW, ternyata beliau sedang demam. Lalu ia meletakkan kedua telapak tangannya di badan beliau yang saat itu beliau menggunakan selimut. Namun, panasnya masih terasa sampai ke tangannya. Lalu ia berkata, “wahai Rosulullah, alangkah kerasnya sakit ini pada dirimu”.
Rasulullah pun berkata, “Begitulah kami (para nabi). Cobaan dilipatkan kepada kami dan pahala juga ditingkatkan bagi kami”.
“Wahai Rosulullah, siapakan yang paling berat cobaanya?”
“Para Nabi”, kata Rosulullah.
“Wahai Rosulullah, kemudian siapa lagi?”
Beliau menjawab, “Kemudian orang-orang salih. Apabila salah seorang diantara mereka diuji dengan kemiskinan, sampai-sampai salah seorang diantara mereka tidak mendapatkan kecuali (tambalan) mantel yang dia himpun. Dan, apabila salah seorang diantara mereka sungguh merasa senang karna cobaan, sebagaimana salah seorang diantara kamu yang senang karna kemewahan”.
Nah,,dah tau kan, siapa yang paling berat cobaanya??. Masih ingat kisah Nabi Ayub as ? Beliau benar-benar memiliki semua kenikmatan dunia. Harta yang berlimpah, istri yang cantik, anak-anak yang salih, kekuatan, dan kekuasaan. Semuanya beliau punya. Namun, Allah mengambilnya satu per satu. Mulai dari hartanya, kekuasaannya, hingga istri-istrinya pun turut meninggalkannya. Tidak cukup sampai disitu, beliau diberikan penyakit yang sangat sulit obatnya. (Uhm…..kayaknya kalimat-kalimat di paragraf pertama tadi, cocok tuh kalo Nabi Ayub yang ngucapin). Eits……Tapi beliau tidak mengucapkannya. Beliau tidak pernah berpaling dariNya. Bahkan beliau semakin taat dan dekat padaNya. Ia memasrahkan keadaannya pada Allah Yang Maha Kuasa. Ia yakin bahwa ini adalah cobaan yang akan berbuah surga.
Ya….emang Nabi, masa kamu, mybro…Kalo kamu mah…cobaanya ga kaya gitu. Paling-paling cm gak naek kelas, sakit, diputusin pacar…(ups...itu kalo mybro pacaran), kehilangan harta benda, atau yang lainnya, yang semuanya itu bobot nilainya lebih rendah dibandingkan bobot nilai cobaan buat para Nabi. Kalo di perguruan tinggi negeri nilai 7,5 dah dapet B, di Pembangunan masih dapet C. Ya….karna ujian terhadap seseorang itu beda-beda, tergantung kadar keimanannya masing-masing.
Mybro….Seharusnya kamu merasa senang kalau kamu diberikan kesulitan ataupun penderitaan, yang membuat kamu bisa menangis. Kalau kamu masih diberikan cobaan, itu tandanya Allah masih memperhatikan kamu. Segala yang kamu rasakan, baik, buruk, tawa, sedih, suka dan duka. Itu adalah cara Allah untuk membuat kamu semakin dewasa. Itu adalah tanda bahwa Allah menyayangi kamu. Bayangkan jika hidup kamu statis. Hanya bahagia terus, atau hanya sedih terus. Pasti kamu merasa bosan. Hidup cuma satu warna. Bosen. Udah, ga usah hidup. Sekali lagi, cobaan, musibah, ujian, kesulitan, dan lain sebagainya adalah bentuk ungkapan kasih sayang Allah terhadap kamu. Allah ingin, supaya kamu lebih mendekat lagi kepadaNya. Allah ingin agar kamu ingat dan kembali padaNya. Mungkin saat kamu diberikan berbagai kesenangan, kamu lupa padaNya. Kamu terlalu disibukkan dengan urusan dunia. Untungnya, Allah mengingatkan. Kalau tidak…..terlena kamu. Tau-tau ajal menjemput, sedangkan kamu tidak punya bekal di akhirat.
Mybro, apakah kamu tidak berpikir, betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan, jika dibandingkan dengan kesulitan. Pernahkah kamu menghitungnya? Jarang sekali bukan? Bahkan kamu tidak pernah sama sekali menghitungnya.
Hehe….kita sama mybro. Gw juga ga pernah….Ketika diberi kesuksesan dan kenikmatan, kita anggap hal itu adalah hasil jerih payah kita sendiri. Tapi, begitu kita ditimpa kesulitan, kesengsaraan, kita anggap itu dari Allah. Benar-benar kita lupa diri. Padahal, hanya Allah yang dapat mendatangkan kemudahan dan kesulitan. Allah Maha Berkehendak. Kalau Allah mau, kesuksesan bisa hilang sekejap mata. Kaya si Qarun yang hartanya dipendam sama Allah ke dalam tanah..
Mybro, kadang kita selalu merasa kurang, dan iri terhadap orang lain. Ibarat kata, rumput tetangga lebih hijau – padahal tetangganya bilang rumput lw yang lebih hijau. Sampe-sampe si tetangga mengatur strategi biar rumput punya kita menjadi miliknya, atau mebuat rumput kita berubah warna menjadi coklat kering. (ya ampuunnn…kenapa ga beli aja sihh.) Hhh..itu semua karna kita tidak pernah mensyukuri apa yang ada pada kita. Kecenderungan untuk mendapatkan apa yang kita anggap lebih “WAH” terkadang menutup hati kita untuk bersyukur. Apa yang sudah ada tidak kita syukuri. Akhirnya, hilanglah yang kita punya. Ga ada manfaatnya. Karna kita tidak bersyukur.
“Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?”
“Haruskah kita membenciNya, ketika didatangkan musibah pada kita?”
“Haruskah kita mencelaNya, saat kita merasa tidak sanggup mengatasinya?”
Sekali-kali tidak, ratusan kali, ribuan kali kata ‘tidak’ seharusnya terucap saat kita menjawab pertanyaan itu.
Sedikit mengutip lagunya DEWA….
Hati-hati dengan hatiku (jaga hati……dan terus istiqomah)
Karna hatiku mudah layu (karna hati sangat mudah untuk berpaling)
Jangan kamu bermain-main (waspada terhadap godaan setan,,jangan sampai terjerumus)
Karna ku tak main-main (syetan senantiasa berjuang untuk menggelincirkan hati manusia)
Ok mybro…….singkat aja dari gw…..Laa tahzan. Innallaaha ma’anaa. Read More......
Posted by Sang Pilot at 5:15 PM 0 comments
Wednesday, October 22, 2008
Thank's my ally
Bismillaahirrahmaanirrahiim….
Alhamdulillah…..Allah itu emang bener2 ya.......Tanpa gw minta aja udah Dia kasih, apalagi gw minta. Tapi seringkali gw ga pernah sadar akan nikmat-nikmat yang udah Allah kasih buat gw. Gw jarang bersyukur….(mudah2an anda yg membaca tulisan ini adalah hambaNya yang selalu bersyukur).
Buku The Secret (mav, bukan bermaksud promosi..hhe)--boleh pinjem dari temen kantor --masih gw bolak-balik ga jelas. Rencananya sih pengen gw libas abis ni buku. Tapi malam itu koq kayanya males bed ya.. Akhirnya. Cuma gw liat2 covernya ajah. Sambil tidur2an gw otak-atik itu buku. Gelimpang sana…gelimpang sini, tanpa arah yang jelas.
Masih dalam posisi tidur yang berantakan. Tau-tau ada suara seseorang yang kayanya gw kenal betul orang itu. Ah…masa sih dia dateng malem2 gini??!. Tapi emang itu suara dia. Eh….Bener. Dia nongol di pintu kamar gw. Gile lu bro……Terus terang gw kaget pas dia dateng. Tapi gw seneng. Akhirnya datang juga. Kos dia janji mau ke rumah gw abis lebaran.
Nih orang,,kemeja item, celana item, tas item, jalan malem2. Untung orangnya ga item, coba kalo gw yg make?? Hehe…tau ndiri lah.
Duh…kesian bed ni orang. Keringetnya ngucur deres (alah…lebay lw). Abis nguli kali dia. Langsung aja gw ambilin minum, nasi, sama lauk pauknya sekalian.
“Sorry nih…seadanya bro”. (Padahal kaga ada apa2….Wkwkwk)
“Yailah….ga usah ngerepotin Hud, td gw juga dah makan”. [Biasa tuh dia basa-basi. Ahaha…]
“Gapapa….pokoknya kalo kemari harus makan”. Gw memaksa. “Makan sendiri ya…soalnya gw dah makan”. Kata gw.
Nah…nyokap kebetulan lagi makan jg. Yaudah nyokap gw nemenin dia makan di kamar gw. Bokap gw? Lg asik ngepul noh di depan—ngerokok maksudnya. Lanjut deh…sambil makan dia ngobrol ma nyokap. Gw ngelanjutin utak atik itu buku. Kesian deh lw…gw cuekin. [sorry my bro].
Dia ama nyokap masih asik ngobrol--kalo gw bilang sih dia diinterogasi sama nyokap, biasa tuh nyokap. Ga berubah dari dulu. Singkat cerita….[gw dah ngantuk mau nulis nih cerita….hoaaammm], dia ngasih gw kotak yg langsung ketebak kalo itu isinya sepatu. Tapi gw blom tau sepatu model apa. Abis ngasih, dia langsung pamit pulang. Terus gw anterin dia ke jalan raya, sampe naek angkot, abis itu gw balik.
Pas gw sampe rumah,,gw liat itu kotak. Ternyata isinya sepatu pantovel. Iddiih….ini kan lumayan mahal (bener kan bro??). Thanks berat bro…You’re my ally. Mudah2an lw sukes dunia akhirat. Amiin.
Hayyooo……mybro…Minta yang banyak sama Allah. Biar ga dikata sombong sama DIA. DIA juga senang kalo terus2an dimintain. Tapi,,harus disertai usaha yak!!! Daripada minta sama orang yang belum tentu dikasih, lebih baik minta sama Allah yang pasti ngasih. Read More......
Posted by Sang Pilot at 7:01 PM 0 comments
